https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Bareskrim Polri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Empat Bermodal Asing •   Hujan Deras Tak Halangi Bupati Anton Buka Lomba Pramuka di Rohul •   Musim Hujan Mengintai, BPBD Bengkalis Siagakan Peralatan dan Pantau Wilayah Rawan Banjir •   Kapolres Kampar Raih Gelar Magister, Dorong Personel Polri Tak Berhenti Belajar
Home › Sorotan › Praktisi Hukum Soroti Dugaan Pembiaran dan Persekongkolan Perusahaan
Sorotan
Pekanbaru

Suntik Mati Sawit di Sempadan Sungai

Praktisi Hukum Soroti Dugaan Pembiaran dan Persekongkolan Perusahaan

Rabu, 11 Maret 2026 | 18:32 WIB,  
Penulis : Redaksi
Praktisi Hukum Soroti Dugaan Pembiaran dan Persekongkolan Perusahaan

Keterangan Foto: Bidnen Nainggolan SH (Advokat)

PEKANBARU, Tabloid Diksi – Pernyataan pihak perusahaan yang mengakui adanya penyuntikan pohon sawit di pinggir Sungai Air Emas, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, justru memunculkan sorotan dari kalangan praktisi hukum. Pengakuan tersebut dinilai dapat menjadi indikasi adanya dugaan pembiaran aktivitas perkebunan di kawasan yang seharusnya dilindungi.

Sebelumnya, Humas PT Musim Mas, Malinton Purba, menyatakan bahwa tanaman kelapa sawit yang berada di pinggir Sungai Air Emas memang disuntik mati dengan tujuan untuk melindungi kawasan sempadan sungai. Perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional perkebunan dijalankan sesuai dengan perizinan yang berlaku serta mengacu pada dokumen legal seperti peta Hak Guna Usaha (HGU) dan hasil pengukuran resmi dari instansi terkait.

    Baca juga:
  • Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji

  • Malaria Tak Kunjung Hilang, Warga Sinaboi Desak Pemerintah Bertindak Nyata

  • Eks Kadis PUPR-PKPP Riau dan Rekanan Kompak Dihukum 2 Tahun, KPK Masih Pikir-pikir

Namun, Bidnen Nainggolan SH seorang praktisi hukum menilai pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru terkait keberadaan tanaman sawit di area yang seharusnya menjadi zona perlindungan sungai.

“Jika benar pohon sawit tersebut berada di sempadan sungai hingga harus disuntik mati, maka pertanyaannya adalah sejak kapan sawit itu ditanam dan mengapa bisa tumbuh hingga bertahun-tahun. Hal ini berpotensi mengindikasikan adanya pembiaran yang cukup lama,” ujarnya, Rabu (11/3) Siang.

Ia menjelaskan bahwa kawasan sempadan sungai merupakan area yang secara hukum harus dilindungi dari aktivitas perkebunan maupun kegiatan budidaya lainnya. Aturan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai yang menetapkan bahwa sempadan sungai berfungsi sebagai kawasan perlindungan ekosistem sungai dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan yang berpotensi merusak.

Selain itu, perlindungan terhadap lingkungan hidup juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mewajibkan setiap pelaku usaha mencegah terjadinya pencemaran maupun kerusakan lingkungan.

Menurutnya, pengakuan bahwa pohon sawit tersebut disuntik mati dapat menjadi petunjuk bahwa sebelumnya memang terdapat tanaman perkebunan di area sempadan sungai.

“Kalau pohon sawit itu sudah berumur bertahun-tahun hingga harus dimatikan dengan cara disuntik, maka sangat mungkin aktivitas penanaman tersebut telah berlangsung lama. Ini perlu ditelusuri lebih jauh, apakah ada unsur kelalaian, pembiaran, atau bahkan dugaan persekongkolan dalam pengawasan kawasan tersebut,” katanya.

Bidnen SH juga sebagai Sekertaris Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Riau menilai proses verifikasi yang dilakukan tidak cukup hanya berdasarkan pernyataan perusahaan semata. Menurutnya, diperlukan pemeriksaan lapangan yang melibatkan instansi berwenang seperti pemerintah daerah, dinas lingkungan hidup, dan instansi pertanahan.

“Pemeriksaan harus dilakukan secara terbuka dan transparan, termasuk mengukur langsung jarak tanaman dari bibir sungai serta memeriksa dokumen peta HGU dan citra satelit. Jika terbukti ada aktivitas perkebunan di dalam sempadan sungai, maka hal tersebut berpotensi melanggar ketentuan perlindungan lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, konfirmasi lanjutan mengenai tindakan penyuntikan mati pohon sawit ini masih diperlukan. Belum jelas apakah langkah tersebut merupakan rekomendasi dari pihak berwenang kepada perusahaan atau dilakukan atas inisiatif perusahaan sendiri. Pemeriksaan terkait hal ini masih dalam proses konfirmasi.

Praktisi hukum juga mendorong agar aparat penegak hukum serta instansi teknis terkait melakukan penelusuran secara komprehensif untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran tata kelola lahan perkebunan.

“Jangan sampai kawasan yang seharusnya menjadi pelindung ekosistem sungai justru berubah menjadi area perkebunan selama bertahun-tahun tanpa pengawasan yang memadai,” pungkasnya.

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Musim Mas Pelalawan Bidnen SH
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sorotan

    Musim Mas Pelalawan Dituding Langgar HGU, Humas Berikan Klarifikasi

    Senin, 17 Mar 2025 | 08:54 WIB
  • Ekonomi

    Bantu Stabilkan Harga, PT Musim Mas Salurkan 40 Ribu Liter MinyaKita di Pasar Murah

    Jumat, 07 Mar 2025 | 19:31 WIB
  • Artikel

    Bachtiar Karim Sang Pengusaha Visioner di Balik Sukses Musim Mas

    Kamis, 27 Feb 2025 | 09:58 WIB
  • Peristiwa

    Komitmen Pendidikan, Musim Mas Group Bantu Perbaikan Infrastruktur di IPB

    Rabu, 26 Feb 2025 | 21:53 WIB
  • Ekonomi

    PT Musim Mas Bantu Usaha Perikanan Masyarakat melalui Program CD

    Jumat, 21 Feb 2025 | 05:17 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #4

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #5

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #6

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #7

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB
  • #8

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB
  • #9

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB

HUKRIM

  • Pengancaman di Tapung Hulu Masuk Kasus Menonjol Polres Kampar

    Pengancaman di Tapung Hulu Masuk Kasus Menonjol Polres Kampar

    Kamis, 29 Okt 2026 | 18:51 WIB
  • 19 Paket Sabu Ditemukan di Rumah Warga Tapung, Polisi Telusuri Pemasok Berinisial PU

    19 Paket Sabu Ditemukan di Rumah Warga Tapung, Polisi Telusuri Pemasok Berinisial PU

    Kamis, 29 Okt 2026 | 18:30 WIB
  • Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 | 17:28 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp18.129 per Dolar AS

    The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp18.129 per Dolar AS

    Kamis, 29 Okt 2026 | 11:16 WIB
  • Investasi Riau Tembus Rp47,91 Triliun, Serap 41.632 Tenaga Kerja

    Investasi Riau Tembus Rp47,91 Triliun, Serap 41.632 Tenaga Kerja

    Kamis, 29 Okt 2026 | 10:46 WIB
  • Kemenpar Bidik Pasar Tiongkok, Labuan Bajo dan Bali Dipromosikan Lewat Famtrip

    Kemenpar Bidik Pasar Tiongkok, Labuan Bajo dan Bali Dipromosikan Lewat Famtrip

    Rabu, 28 Okt 2026 | 19:17 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com