https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Putra Bung Karno Guruh Soekarnoputra Wafat, Riau Sampaikan Belasungkawa •   Rapat Final Gerak Jalan Santai GRIB Jaya Pekanbaru, Panitia Pastikan Acara Meriah dan Tampil Beda •   Belum Sempat Tawuran, Belasan Remaja di Rumbai Keburu Diciduk Tim RAGA •   Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan
Home › Hukum › Seorang WNA Diamankan Diduga Pelaku Perdagangan Manusia: Benarkah Satgas PPLN Tutup Mata?
Hukum
Pekanbaru

Kaburnya 96 WNA Rohingya

Seorang WNA Diamankan Diduga Pelaku Perdagangan Manusia: Benarkah Satgas PPLN Tutup Mata?

Senin, 22 Mei 2023 | 12:19 WIB,  
Penulis : TIM
Seorang WNA Diamankan Diduga Pelaku Perdagangan Manusia: Benarkah Satgas PPLN Tutup Mata?

Keterangan Foto: Seorang WNA inisal Mams di salah satu hotel Pekanbaru, Sabtu (20/5)

PEKANBARU, Tabloid Diksi – Seorang warga Rohingya berkebangsaan Myanmar yang dikenal dengan inisial MAMS telah diamankan pada Sabtu (20/5/2023) dini hari dan ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru atas dugaan terlibat dalam perdagangan manusia (human trafficking).

Dalam penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan selembar kartu relawan UNHCR yang dikeluarkan oleh Malaysia, negara tetangga. Selain itu, beberapa pakaian juga ditemukan.

    Baca juga:
  • Belum Sempat Tawuran, Belasan Remaja di Rumbai Keburu Diciduk Tim RAGA

  • Polisi Gerebek Pondok Sawit di Kampar Utara, 10 Paket Sabu dan Ekstasi Disita

  • Buronan Tahanan Kabur dari Sel Polres Kampar Tertangkap, Polisi Kejar Sosok Penyedia Gergaji

Baca Juga: Lanal Dumai Serahkan 24 Warga Negara Asing | 19 WNA Myanmar (Rohingya) dan 5 WNA Bangladesh Diserahkan ke Kantor Imigrasi Dumai

Hal mengejutkan terbongkar lewat hasil investigasi dilapangan di duga kuat WNA ini salah satu pemeran utama dalam kasus perdagangan manusia. Selain lewat pengakuannya, orang ini juga telah menginap selama satu bulan di salah satu hotel Pekanbaru tanpa memiliki dokumen imigrasi yang sah.

Saat diinterogasi di dalam kamar, MAMS mengklaim bahwa tujuannya datang ke Pekanbaru adalah untuk menjemput istrinya yang saat ini berada di salah satu rumah perlindungan khusus untuk pengungsi.

Baca Juga: Presiden Harus Tau!! | Bukan Kali Pertama Kini 91 Pengungsi Rohingya Kabur, Membuat Masyarakat Resah Pemkot Terkesan Tutup Mata

Namun, dalam tangkapan layar percakapan yang ditunjukkan oleh petugas, terlihat bahwa MAMS berkomunikasi menggunakan aksara Myanmar. Selain itu, ia juga menggunakan bahasa Melayu saat berbicara dengan seorang warga negara Indonesia. Dalam salah satu percakapan tersebut, MAMS dipanggil dengan sebutan "Pak Boss".

Lebih aneh dan menimbulkan pertanyaan besar, ketika warga setempat hendak membawanya ke Rudenim, MAMS mencoba menyuap dengan memberikan uang sebesar Rp1 juta.

Baca Juga: Pemerintah Kota Pekanbaru Tampung 191 Pengungsi Rohingya dari Aceh

Meski demikian, warga tidak terpengaruh dan tetap mengantarkannya ke Rumah Rudenim untuk menjalani tahanan.

Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp (WA), Kepala Badan Kesbangpol (Kaban) Syoffaizal menolak memberikan tanggapan. Padahal, Syoffaizal juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Luar Negeri (Satgas PPLN) yang bertanggung jawab atas kasus semacam ini.

"Rudenim, sesuai dengan Perpres nomor 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi Luar Negeri, kini memiliki kewenangan penindakan dan penegakan hukum yang berada di bawah Satgas PPLN dan Polresta Pekanbaru," ungkap sumber dari Medium Pos di Rudenim Pekanbaru.

Namun, anehnya, Satgas PPLN justru melemparkan tanggung jawab kepada pihak Rudenim. Bahkan, pekan lalu terjadi kejadian pelarian 96 warga Rohingya yang tinggal di tempat penampungan di Pekanbaru, namun 19 di antaranya berhasil ditangkap oleh pihak Lanal Dumai.

Meskipun Pekanbaru rentan terhadap tindakan perdagangan manusia atau human trafficking, tetap saja pengungsi Rohingya terus berdatangan ke kota ini.

Hal ini terbukti dengan adanya rencana rapat pembahasan "gelombang 3" terkait penerimaan dan penempatan pengungsi Rohingya di Pekanbaru pada hari Rabu (24/5/2023) mendatang. 

Namun, tetap saja Satgas PPLN enggan memberikan tanggapan atas hal ini, menimbulkan pertanyaan mengenai kebersamaan dan koordinasi antara lembaga terkait.

Ketidakberdayaan Satgas PPLN dalam menangani kasus ini semakin mencuat ketika mereka melemparkan tanggung jawab kepada pihak Rudenim.

Ironisnya, Satgas PPLN masih tetap bungkam dalam menyikapi situasi ini, meninggalkan tanda tanya akan komitmennya dalam menangani isu pengungsi tersebut.

Terakhir, kejadian ini menimbulkan teka-teki dengan prasangka yang meluas bisa dikatakan sejalan dengan peribahasa “ada udang dibalik batu?”. **

Editor : Josua Januari Nababan

TOPIK TERKAIT

HumanTraffickingRohingyaPekanbaruSatgasPPLNKontroversiPenegakanHukumTanggapanKontroversial
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sorotan

    Jadi Sorotan LP KPK Riau: Jeritan Masyarakat Terkesan Diabaikan, Ada Apa?

    Minggu, 21 Mei 2023 | 21:29 WIB
  • Daerah

    DPC GRANAT Kota Pekanbaru Bersiap-Siap untuk HANI 2023: Target Sosialisasi Akbar dan Aksi Anti Narkotika

    Sabtu, 20 Mei 2023 | 18:52 WIB
  • Daerah

    Tim Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Perampokan Agen BRI Link di Pekanbaru

    Jumat, 19 Mei 2023 | 15:50 WIB
  • Daerah

    19 WNA Myanmar (Rohingya) dan 5 WNA Bangladesh Diserahkan ke Kantor Imigrasi Dumai

    Selasa, 16 Mei 2023 | 19:38 WIB
  • Hukum

    2 Tersangka OTT Polda Riau Pungut Uang Dari 9 Kepala Puskesmas di Kampar

    Selasa, 16 Mei 2023 | 02:58 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #2

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #3

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #4

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #5

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #6

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #7

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #8

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #9

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB

HUKRIM

  • Belum Sempat Tawuran, Belasan Remaja di Rumbai Keburu Diciduk Tim RAGA

    Belum Sempat Tawuran, Belasan Remaja di Rumbai Keburu Diciduk Tim RAGA

    Sabtu, 26 Sep 2026 | 16:53 WIB
  • Polisi Gerebek Pondok Sawit di Kampar Utara, 10 Paket Sabu dan Ekstasi Disita

    Polisi Gerebek Pondok Sawit di Kampar Utara, 10 Paket Sabu dan Ekstasi Disita

    Sabtu, 26 Sep 2026 | 10:45 WIB
  • Buronan Tahanan Kabur dari Sel Polres Kampar Tertangkap, Polisi Kejar Sosok Penyedia Gergaji

    Buronan Tahanan Kabur dari Sel Polres Kampar Tertangkap, Polisi Kejar Sosok Penyedia Gergaji

    Sabtu, 26 Sep 2026 | 07:57 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com